Bermula dari rasa penasaran Bapak dan Ibu. Gimana sih kalau Syamilah berada ditempat baru dan bertemu teman baru. Apakah mampu beradaptasi dengan baik atau malah sebaliknya.
Untuk mengetahuinya Bapak dan Ibu putuskan mendaftarkan Syamilah pada program Pre-Tots class (13-24 bulan). Dengan biaya pendaftaran sekitar Rp 200.000 pertemuan berlangsung hanya satu kali.
Awalnya kita selalu gagal ikut kelas karena slot yang tersedia selalu penuh. Jumlah slotnya juga tidak terlalu banyak. Hanya sekitar 10-11 anak saja.
Setelah beberapa kali mencoba register. Akhirnya Syamilah berkesempatan ikut kelas. Kelas kali ini bertema "Nusantaraku" dan lokasinya berada di Buba & Bumb Jakarta selatan.
Buba & Bumb tempatnya bagus dan bersih. Syamilah betah banget sampai susah diajak pulang padahal acara sudah selesai. Tidak hanya arena bermain anak, ada juga cafe, store, ruang kelas, dll. Namun sayang kita cukup kesulitan saat hendak shalat karena tidak adanya ruang mushola. Karyawan Buba & Bumb biasa menyediakan tempat shalat diruang kelas yang sedang tidak dipakai.
Ohh yaa Buba & Bumb bukan penyelenggara acaranya. Melainkan hanya sebagai penyedia tempat. Acara diadakan oleh Kindy Cloud Club. Semacam club belajar (pop-up class) yang bertujuan menunjang tumbuh kembang anak. Kindy Cloud menyediakan kelas dari mulai Baby class (6-12 bulan), Pre-tots class (13-24 bulan), dan Todler class (25-36 bulan).
1. Sesi Perkenalan
Miss atau (guru) akan berkenalan dengan setiap peserta sambil bernyanyi bersama-sama.
2. Bercerita dan Bermain Musik
Dengan menggunakan buku 3D bergambar peta Indonesia Miss akan mengajak semua baby berkeliling nusantara. Setelah itu setiap baby mendapat alat musik semacam angklung untuk dimainkan bersama.
3. Lempar Bola dan Menaiki Skateboard
Syamilah berhasil menjatuhkan beberapa cup gelas dengan lemparannya. Namun Syamilah masih malu-malu saat menaiki Skateboard. Mungkin karena dilihat oleh banyak orang sih.
4. Memasukan Jagung dan Beras kedalam Botol
Syamilah jago banget kalau yang satu ini. Dirumah mila biasa bermain buka tutup botol dan memasukan sesuatu kedalam botol. Shake it shake it
5. Mewarnai
Mewarnai gambar peta Indonesia. Setiap baby mendapat satu jenis cat warna. Untuk menghasilkan gambar yang berwarna-warni setiap baby boleh berbagi cat warna dengan peserta lain. Bahan cat terbuat dari krim kental manis dicampur dengan pewarna makanan sehingga cukup aman.
6. Slime dan Jelly
Ini yang membuat kaget Bapak dan Ibu. Saat sesi permainan ini tiba-tiba Syamilah ketakutan dan menangis. Padahal kalau dirumah Bapak dan Ibu yakin Syamilah tidak akan nangis. Wong biasanya Syamilah ini anaknya berani banget.
7. Peek a Boo dan Bubble
Bermain peek a boo dalam keadaan gelap hanya ada lampu warna-warni macam disko. Dilanjut pesta bubble. Mana tahan Syamilah dengan bubble. Dibantu oleh Ibu, Syamilah langsung menangkap bubble yang dibuat oleh Miss.
Pesta bubble menjadi permainan terakhir. Setelah sesi penutupan kelas dinyatakan selesai. Semua baby dan orang tua sangat bergembira.
Bapak dan Ibu menyimpulkan bahwa sebenarnya permainan semacam ini bisa dilakukan sendiri dirumah. Tetapi yang menjadi penekanan Bapak dan Ibu adalah social reactionnya Syamilah. Bagaimana sih Syamilah ditempat dan bertemu orang baru.
Terbukti dari beberapa permainan yang Syamilah masih malu-malu memainkannya. Padahal kalau dirumah sudah pasti dengan semangat melakukannya. Disini Bapak dan Ibu jadi tau hasilnya.
Bapak dan Ibu senang karena dengan rasa malunya Syamilah menandakan Syamilah bisa menjaga sikap dengan orang lain. Nah yang menjadi tantangan berikutnya adalah bagaimana menjadikan kepercayaan diri Syamilah menjadi lebih baik dan matang.
Insha Allah minimal satu bulan sekali Syamilah ingin mengikuti kelas semacam ini. Karena saat ditanya apakah Syamilah ingin bermain lagi seperti kemarin Syamilah menganggukan kepalanya.


No comments:
Post a Comment